Ariston Esa on the blog

Tidak biasanya saya pulang dari klien melewati jalan ini. Setiap pulang dari daerah Kalimas, saya lebih suka melewati penjara Kalisosok dan Pesapen untuk kemudian terus ke arah Jembatan Merah. Ambil jalur melewati Tugu Pahlawan atau kalau lagi pengin merubah rute paling banter saya lewat Kembang Jepun lalu menuju pulang melewati Undaan dan Taman Surya, alun-alun ikon kota Surabaya.

Hari ini saya “dipaksa” menempuh jalan lain. Maklum sekarang bulan “Besar” kata orang Jawa. Jadi banyak orang mengadakan hajatan terutama kawinan dimana-mana. Bahkan kadang jalan umum ditutup untuk digunakan sebagai acara hajatan. Biasanya ketika situasinya begini saya sering mengumpat dalam hati….dasar orang-orang nggak tahu aturan!!!! jalan umum ditutup untuk kepentingan pribadi. Ini kan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang secara tersurat mengatakan bahwa kepentingan umum (negara) harus berada diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Pasti dulu gak pernah belajar PMP. Hehehehe, tapi yah ini kan Indonesia gimana rakyatnya mau beres wong pimpinannya aja gak beres. Itu reaksi normal yang biasanya terbit dari hatiku yang begitu cinta negeri ini lahir batin. Tapi hari ini kayaknya aku agak lain, karena kubiarkan saja semuanya berlalu dan aku memutuskan pulang lewat jalan lain.

Keluar dari kompleks pertokoan saya memlih untuk lewat Jembatan Petekan. Buat yang katrok alias kurang gaul soal Surabaya ini infonya: jembatan Petekan tadinya adalah jembatan yang bisa terangkat sehingga kapal besar bisa melalui Kalimas, karena itu dinamakan Petekan. Sayangnya saat ini jembatan tersebut sudah diaspal permanen sehingga tidak bisa diangkat lagi salah satu ruasnya. Selain itu sarana kapal, tidak lagi melewati Kalimas. Buat yang masih gak ngerti soal jembatan ini, udah liat aja di Google Map ada kok.

Dari Jembatan Petekan seharusnya saya bisa putar balik ke Kalimas dan lewat “jalur nyaman” yang biasa saya lewati arah Tugu Pahlawan atau Kembang Jepun. Tapi saat melewati Jalan Hang Tuah terbersit untuk coba sedikit berpetualangan di Sabtu sore ini. Lagian saya udah trauma karena di jalan menuju pulang ada beberapa titik kemacetan, mana malam minggu lagi, banyak orang habis gajian, pasti jalan-jalan itu macet. Harusnya dari lokasi saya menuju rumah cukup ditempuh sekitar 40 menit, tapi kalau macet bisa sampai 1 jam lebih.

Nah akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat rute baru pulang ke rumah. Dari Hang Tuah saya memutuskan melewati Kenjeran arah Suramadu, sampai di Kenjeran saya akan ambil arah kanan untuk pulang lewat depan Galaxy Mall. Meskipun saya gak begitu tahu jalan saya nekad aja, toh saya ada waktu luang, bensin di mobil cukup dan insting saya kayaknya bener. Akhirnya saya pilih rute itu.

Karena saya tidak begitu tahu jalan, saya jalankan mobil saya lebih pelan, sambil celingukan lihat nama jalan. Salah satu jalan yang saya lewati adalah Kampung Ampel. Kampung Ampel adalah daerah perkampungan Arab yang cukup terkenal di Surabaya, tapi yang bikin saya excited saya melewati daerah Nyamplungan dan Pegirian. Sudah bertahun-tahun bahkan sejak kecil saya mendengar kedua nama jalan ini namun belum pernah sekalipun tahu dimana letaknya. Saya banyak dengar cerita daerah kota tua Surabaya ini dari almarhum Mama. Dia sering cerita tentang kedua daerah itu karena dia tumbuh di sana. Dia sering cerita bagaimana naik sepeda dari daerah Kalisari rumahnya saat masih belia, kemudian lewat Nyamplungan untuk ke pasar Pegirian. Dia cerita tentang penjual daging di sana tempat dia sering beli dengkul sapi untuk masak sup. Dan masih begitu banyak cerita lain yang begitu indah dan penuh kenangan. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini.

Ternyata kadang menempuh jalan di luar yang biasa kita lalui, bisa menimbulkan perasaan yang senang tapi juga deg-degan. Dalam hidup ini saya bukan orang yang terlalu suka menempuh risiko. Saya seperti orang kebanyakan lebih suka berada di zona nyaman. Makan di warung yang sama setiap hari, melalui jalan yang sama setiap hari bahkan cara mengerjakan pekerjaan sehari-hari yang selalu sama, dan tanpa terasa itu terjadi puluhan tahun. Saya secara sendiri malah lebih parah, saya kalau nyetir mobil caranya “auto pilot“. Cukup buat saya untuk memikirkan tujuan saya hari ini kemana, dan alam bawah sadar yang melakukan pekerjaan mengemudikan mobil itu. Pikiran saya selama mengemudi berpindah ke area-area lain yang perlu saya pikirkan lebih serius. Kedengarannya agak mengerikan. Tapi syukurlah sampai hari ini saya gak pernah mengalami celaka. Yang sering adalah saya setelah tiba di tujuan tersebut saya baru sadar kalau mengambil jalan yang terlalu jauh jarak tempuhnya, karena saya tidak berpikir saat mengemudi. Pendek kata, semuanya auto pilot.
Hari ini saya memutuskan untuk menonaktifkan fitur auto pilot saya. Keluar dari zona nyaman dan mulai mencoba hal-hal yang baru. Mungkin banyak orang di luar sana yang sama seperti saya. Takut keluar dari “comfort zone” dan lebih memilih selalu melakukan hal yang sama setiap hari, karena terlalu takut kehilangan apa yang kita telah miliki hari ini.
Dari petualangan kecil saya hari ini, saya telah memetik banyak “buah”. Buah pertama, ternyata sedikit berpetualang cukup menyenangkan, menghilangkan kebosanan rutinitas hidup. Buah kedua banyak hal-hal yang tadinya hanya saya ketahui dari cerita sekarang saya bisa saksikan sendiri. Buah yang lain adalah selama perjalanan (baca perjalanan hidup) kita bisa menemukan banyak penunjuk jalan agar sampai ke tujuan. Namun selama perjalanan, kita harus tetap berusaha membaca “tanda-tanda” yang ada agar kita tidak terlena dalam perjalanan.

Terakhir saya teringat pesan seorang ilmuwan arif: Tidak mungkin seseorang akan lebih berhasil dari saat ini bila terus-menerus bekerja dengan cara-cara lama. So sahabat, jika anda ingin lebih baik dari hari ini, tidak ada salahnya bila; segera tinggalkan comfort zone anda, mulai menempuh rute perjalanan hidup yang baru, dan tetap yakin “penunjuk jalan” akan selalu tersedia bagi orang yang sungguh-sungguh ingin mencapai hari esok yang lebih baik.  And the most important…enjoy the ride and keep smiling.

Semolowaru, akhir Oktober 2013

Single Fighter

Ketika sebuah tim tidak bekerja maksimal namun tetap menunjukkan performa yang luar biasa, seseorang pasti telah mengorbankan hidupnya.

Single Fighter…

Kata “kebiasaan” merujuk pada rendahnya kemampuan berpikir analitis dan keengganan keluar dari comfort zone

Kata “kebiasaan…

   Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kembali menorehkan prestasi di ajang lomba akuntansi tingkat nasional.

image

Juara 1 National Accounting Olympiad (dari kiri ke kanan: Meilya Lim, Agung Putra S., dan Leo Yehuda)

Setelah sebelumnya meraih Juara 1 dalam Indonesia Accounting Fair 14 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia, kali ini, mahasiswa Jurusan Akuntansi meraih juara 1 dalam olimpiade akuntansi yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hal ini berarti mahasiswa  Akuntansi UKWMS telah “mengawinkan” 2 gelar juara Lomba Akuntansi Nasional bergengsi di Indonesia pada tahun 2013 ini. Lomba akuntansi bertajuk National Accounting Olympiad (NAO) ini merupakan sebuah olimpiade akuntansi berskala nasional yang didesain untuk menguji ketrampilan mahasiswa akuntansi dalam lingkup nasional dan menciptakan arena kompetisi yang sehat. Lomba yang diadakan tanggal 16-18 Mei 2013 ini menguji kemampuan konseptual dan teknis para peserta serta menguji pengetahuan peserta tentang isu global yang berkembang dalam dunia akuntansi di tahun 2013. Mahasiswa Jurusan Akuntansi UKWMS tidak sekali ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Sebelumnya, Jurusan Akuntansi UKWMS sudah meraih Juara 1 (diraih oleh Grace Setiyani T., Rezza Rahadi S., dan Agung Putra Sulaiman) dalam Indonesia Accounting Fair 14 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia pada 25-26 Februari 2013 lalu. Tidak hanya itu, mahasiswa Jurusan Akuntansi UKWMS juga menorehkan Juara 1 dan 2 di Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, Juara 3 di Universitas Bakrie, Jakarta serta Juara 1 di Universitas Widyatama, Bandung.  Bahkan ini bukan kali pertama mahasiswa Jurusan Akuntansi UKWMS menorehkan prestasi di Universitas Gadjah Mada. Pada 2 tahun sebelumnya, Jurusan Akuntansi sudah pernah meraih Juara 3 di lomba serupa.
Lomba tersebut diikuti oleh perguruan tinggi dari seluruh penjuru Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Atmajaya, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Trisakti, dengan total 97 tim yang mendaftar. NAO dimulai dengan babak pra-eliminary, yang akan menyaring 97 tim menjadi 35 tim terbaik melalui pengerjaan soal akuntansi secara online. Jurusan Akuntansi UKWMS mengirimkan 2 tim terbaiknya untuk bertanding di ajang bergengsi tersebut. Pemilihan tim ini dilakukan dengan melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Jurusan Akuntansi bersama dengan Kelompok Studi Akuntansi (KSA) UKWMS. Tim 1 terdiri dari Agung Putra Sulaiman (3203010135), Meilya Lim (3203010194), dan Leo Yehuda Suhono (3203011164), sedangkan tim 2 terdiri dari Maria Evania Hormansyah (3203010070), Zendy Wiranata Wijaya (3203010115) dan Aditama Winarto (3203010174). Kedua tim tersebut berhasil lolos dari babak pra-eliminary dan masuk dalam 35 besar.
Setelah lolos dalam babak selanjutnya, kedua tim dibekali dengan pelatihan rutin yang diadakan oleh Jurusan Akuntansi. Pelatihan atau tentir, yang diberikan oleh dosen-dosen Jurusan Akuntansi UKWMS, tersebut meliputi matakuliah-matakuliah yang menjadi core atau kompetensi utama yang akan dilombakan atau matakuliah yang masih kurang begitu dikuasai oleh tim lomba, seperti Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Keuangan Lanjutan, dan Akuntansi Sektor Publik. Selain itu, mahasiswa melakukan persiapan mandiri melalui fasilitas yang disediakan di KSA.
Juara 1 NAO 2013 ini diraih oleh tim 1 yang terdiri dari Agung Putra Sulaiman, Meilya Lim, dan Leo Yehuda Suhono. Sedangkan tim 2, yang terdiri dari Maria Evania Hormansyah, Zendy Wiranata Wijaya dan Aditama Winarto, tidak berhasil masuk ke babak final, namun berhasil meraih peringkat ke-5. Juara 2 NAO diraih oleh Universitas Surabaya, sedangkan juara 3 diraih oleh Universitas Bina Nusantara. Juara 1 dalam NAO 2013 Universitas Gadjah Mada ini memperoleh Trophy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Hadiah Magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) PriceWaterhouse Coopers, dan tabungan pendidikan senilai Rp 8.000.000,00.

Perjuangan kedua tim sungguh luar biasa. Mereka harus melalui 4 macam babak, yaitu: penyisihan 1 (pengerjaan individu dan kelompok), penyisihan 2 (pengerjaan kelompok), semifinal (terdiri dari 4 games yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan) dan terakhir babak final (menggabungkan cerdas cermat dengan presentasi kasus). Dari 35 tim yang ada, dalam babak penyisihan 1 disusutkan menjadi 20 tim, yang kemudian akan disusutkan kembali menjadi 9 tim setelah babak penyisihan 2. Sampai dengan 9 tim tersebut tim UKWMS tetap bertahan dan melaju ke babak semifinal. Namun sayang, pada babak ini hanya tim 1 yang berhasil lolos untuk melaju ke babak final. Pada babak final ini, tim UKWMS berjuang untuk memperoleh poin tertinggi di sesi cerdas cermat dan presentasi kasus.

Prestasi membanggakan tersebut diraih bukan karena keberuntungan semata, melainkan melalui proses selama bertahun-tahun dan perencanaan yang matang. Jurusan Akuntansi memiliki Kelompok Studi Akuntansi (KSA) yang menjadi mitra Jurusan dalam mengembangkan skill kompetisi di kalangan mahasiswa dan menjadi wadah belajar mandiri (self access learning) bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi. Melalui KSA ini, mahasiswa belajar tentang akuntansi secara mandiri dengan fasilitas self access learning (seperti bank soal, komputer, internet dan perpustakaan mini) yang memadai dan juga bebas berdiskusi antar mahasiswa. KSA juga meng-update informasi lomba-lomba yang diadakan oleh Universitas lain untuk kemudian membuat perencanaan bersama dengan Jurusan Akuntansi untuk pengiriman dan persiapan delegasi lomba. KSA ini merupakan salah satu fasilitas yang ada di Jurusan Akuntansi untuk mengembangkan skill mahasiswa. Tidak hanya hard skill saja yang dikembangkan di UKWMS, tetapi soft skill juga menjadi perhatian utama karena UKWMS adalah a life improving university. Jurusan Akuntansi UKWMS membekali mahasiswa dengan skill-skill yang berguna bagi kehidupan mahasiswa di masa depan. Selamat dan sukses bagi para juara. Perjuangan tidak berhenti di sini. Tetaplah berjuang untuk prestasi yang lebih gemilang. (Pat)

Kita menemui masalah setiap hari, mulai dari rumah, kantor sampai urusan negara. Ada masalah yang ringan-ringan saja, ada masalah yang berat, bahkan ada masalah yang tidak tampak jalan keluarnya. Sering kita tidak sadar bahwa kita adalah penyebab masalah, tapi alih-alih mengakui bahwa kita adalah sumber masalah kita lebih suka menyalahkan orang lain. Karena memang dengan menyalahkan orang lain kita menjadi bebas (dari tuduhan), mendapat simpati, bahkan dapat pujian. Tapi hal itu hanya ilusi karena masalahnya tetap ada.

Masalah sebenarnya dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari yang paling rumit menggunakan pola pikir analitis sampai yang paling gampang yaitu berpikir ngawur. Banyak kita jumpai berpikir ngawur dalam   proses pemecahan masalah bisa jadi merupakan suatu lompatan dalam pola pikir. Para motivator sering menyebutnya dengan berpikir kreatif. Kelihatannya luar biasa bukan setelah proses berpikir ngawur itu kita beri titel baru “kreatif”.

Berpikir ngawur dalam rangka curah ide sebenarnya tidak berdampak buruk, karena pada proses curah ide ini memang dibutuhkan banyak sekali masukan agar dapat dipilih alternatif terbaik. Dampak buruk dari berpikir ngawur akan tampak jelas pada pelaksanaan keputusan akhir. Berpikir ngawur dapat menjadi kontra produktif, terutama saat kita memilih solusi yang bersifat instan. Padahal bila kita mau berpikir sedikit lebih dalam, yang berarti bekerja lebih keras, solusi yang diperoleh mungkin tidak memerlukan pengorbanan sebesar yang dibayangkan. Malahan dengan cara seperti itu mungkin hal-hal yang kontra produktif bisa diminimalisasi.

Mungkin anda mengira bahwa berpikir ngawur tidak punya sisi positif. Beberapa sisi positif yang bisa diperoleh dari berpikir ngawur antara lain:

  1. Meningkatkan kesehatan, karena kita tidak stres.
  2. Memberikan kesempatan untuk trial and error.
  3. Mengetahui keputusan mana yang baik dan mana yang salah.
  4. Mendatangkan rejeki bagi orang lain (terutama yang berprofesi sebagai konsultan, seperti saya heheheehe)

Berpikir ngawur memang lebih enak. Bila nanti ternyata solusi yang diberikan salah kita tidak terlalu menyesal karena kita menyadari bahwa solusi yang diberikan sebelumnya memang dipikir secara ngawur.  Bila solusi yang kita berikan ternyata menyelesaikan masalah kita akan dianggap jenius karena mampu berpikir “out of the box“.

Mungkin anda bertanya-tanya apa tujuan dari posting ini? Jawabannya posting ini dibuat dengan pikiran ngawur, jangan terlalu diambil hati, namanya juga ngawur. Hahahahahahahaa

Materi kuliah manajemen keuangan untuk ujian akhir semester. Untuk download cukup klik pada judul kemudian akan muncul window baru ke box.net lalu tekan tombol download, langsung file di save. Mudah bukan?

Materi Risk and Return

Materi WACC

Materi Saham

Materi Obligasi

Selangkah lagi Anda akan menyelesaikan penelitian Anda. Pada tahap terakhir ini, kualitas penelitian Anda akan ditentukan. Sebagaimana tips sebelumnya, pada tahapan ini tetaplah “FOKUS” dan jaga alur “BENANG MERAH”. Pasti hasil penulisan skripsi Anda memuaskan.

MENGADU WAWASAN DALAM ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Ini adalah tempat dan saatnya Anda mengerahkan seluruh daya pikiran dan kecerdasan untuk membuktikan karya Anda layak disebut Skripsi atau ‘Karya Ilmiah’. Pada umumnya bagian ini terbagi menjadi 3 bagian besar.

 

A.   Gambaran Umum

Anda perlu menggambarkan dengan jelas mengenai kondisi lapangan tempat Anda meneliti ataupun obyek penelitian Anda. Berikut tip-tip yang bisa Anda praktekkan:

1.  Dengan gambaran umum yang jelas, diharapkan pembaca akan dengan mudah mengerti mengenai apa yang Anda teliti, mengapa Anda meneliti dan masalah apa yang Anda ingin pecahkan.

2.  Buatlah gambaran umum ini secukupnya. Gambaran Umum yang terlalu panjang akan melelahkan pembaca dan penguji.

3.  Pada skripsi mahasiswa dengan pendekatan metode studi kasus dan deskriptif, sering dijumpai gambar struktur organisasi lengkap beserta pembagian tugasnya (job description). Sebetulnya struktur organisasi maupun job description hanya perlu dipaparkan pada studi kasus yang berhubungan dengan tema Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi maupun Pusat Pertanggungjawaban (responsibility centre). Selain tema-tema di atas, tampaknya kecil kemungkinan adanya hubungan antara struktur organisasi dengan skripsi Anda.

4.  Sekali lagi jangan membuat gambaran yang kabur atau menjiplak kata-kata klise dari skripsi yang lain.

5.  Jaga ‘benang merah’ dalam gambaran umum agar sesuai dengan topik, judul dan perumusan masalah pada bagian-bagian awal.

 

B.   Analisa

Proses ini dapat dilalui dengan mudah, terutama bila kita melakukan penelitian secara empiris, karena banyak alat uji dan pengukuran yang sudah menyediakan hasil analisa data. Analisa akan sedikit lebih rumit bila Anda mengambil suatu studi kasus dalam karya ilmiah Anda.  Hal ini disebabkan karena Anda harus melakukan sendiri analisa yang dibutuhkan agar sesuai dengan pendekatan dan metodologi ilmiah yang telah Anda tentukan di awal.

 

Lakukan tahap ini dengan telaten dan sungguh-sungguh. Perhatikan jumlah hipotesa Anda maupun faktor-faktor yang Anda teliti, bila skripsi Anda bersifat studi kasus. Jangan sampai ada hipotesa dan faktor-faktor yang terlewati.

Hasil analisa yang diperoleh dari alat uji statistik, misal SPSS maupun Amos, Anda rangkum dengan baik, sehingga hasilnya tidak akan terlalu panjang. Bila perlu rangkum hasilnya dalam bentuk tabel. Hasil uji statistik dengan hipotesa yang cukup banyak dapat dibaca dengan lebih jelas bila disusun sebagai tabel. Anda tidak usah kuatir kehilangan detil hasil perhitungan Anda, semuanya bisa Anda letakkan di lampiran.

 

Terjemahkan hasil analisis uji statistik Anda dalam bahasa sehari-hari. Ingat tujuan Anda menulis skripsi adalah menjadikan orang lain paham dengan penelitian Anda, bukan membuat pembaca semakin lebih bingung.

 

Namun bagi yang mengambil pendekatan studi literatur. bagian ini bisa dihilangkan dan Anda bisa langsung masuk dalam bagian pembahasan.

 

C.   Pembahasan

Pada bagian ini Anda dituntut untuk menjelaskan hasil penelitian dan analisa data yang Anda lakukan. Disinilah kajian teori yang lengkap akan sangat membantu Anda apabila terjadi ‘anomali’ atau hasil perhitungan data yang menyimpang dari penelitian terdahulu maupun dari ‘kondisi ideal teori’. Dalam bagian ini pula diharapkan Anda bisa menunjukkan bahwa sebenarnya Anda layak untuk diakui telah menguasai suatu bidang ilmu tertentu. Beberapa hal yang harus Anda hindari dari bagian ini:

 

1.  Membuat pembahasan terlalu sedikit sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami cara berpikir, langkah penelitian dan hasil yang Anda dapatkan. Ingat Anda harus membahas hasil hipotesa maupun faktor-faktor dalam penelitian Anda, satu demi satu. Jangan ada yang terlewat.

2.  Mengulang apa yang Anda tulis pada bagian analisa. Analisa dan pembahasan adalah bagian yang berbeda.

3.  Menggunakan kalimat-kalimat panjang. Gunakan kalimat yang pendek namun jelas. Praktekkan pola yang diajarkan guru bahasa Indonesia Anda, S-P-O-K atau K-S-P-O. Penggunaan anak kalimat yang terlalu banyak akan membingunkan pembaca.

4.  Tidak menuliskan argumen yang menjelaskan mengapa hasil penelitian Anda bertentangan dengan teori dalam Tinjauan Pustaka. Bila hasil penelitian Anda sejalan dengan teori, sampaikan bahwa teori tersebut telah dibuktikan dalam penelitian Anda.

5.  Membuat simpulan saat dilakukan pembahasan.

6.  Menulis argumentasi tanpa didukung teori secara kuat. Bila ada argumen yang Anda butuhkan tapi belum didukung teori, segera tambahkan teori tersebut dalam Tinjauan Pustaka.

 MENJAWAB PERMASALAH DENGAN SIMPULAN

Akhirnya kita tiba di bagian akhir. Buatlah simpulan dari hasil penelitian Anda sebagai jawaban dari permasalahan yang Anda rumuskan sebelumnya. Jangan membuat simpulan yang terlalu panjang dan mengada-ada, terlebih yang tidak ada sangkut pautnya dengan bagian pembahasan dan hasil analisa data yang ada.

Simpulan harus bisa mencerahkan dan memberikan masukan yang bermanfaat bagi pembaca dan penulis penelitian berikutnya, yang akan menggunakan karya Anda sebagai bahan acuan.

Untuk memulai sesuatu memang tidak mudah, namun bila semua sudah dijalani, kita akan sampai pada akhir yang membahagiakan. SELAMAT BERKARYA.

Saya mengharapkan agar sharing ini bermanfaat bagi Anda. Saya tunggu kritik dan sarannya. (Fin).

Flickr Photos

A bellezza di a natura (C☺rsica)

More Photos

REMOVE YOUR BUSINESS PAIN

CMA Consulting is professional consultant with years of experience. Our consultancy subjects are including: Finance, Tax, Audit and Information Technology.

Twitter Updates