Ariston Esa on the blog

Mencapai Kemerdekaan Sejati

Posted on: August 16, 2008

Meskipun Indonesia sudah merdeka sekian puluh tahun, ternyata masih banyak orang yang tidak sadar bahwa diri mereka tidak merdeka sepenuhnya. Di negeri yang sarat masalah ini, sebenarnya banyak persoalan yang timbul akibat manusia yang ada di dalamnya tidak berjiwa merdeka. Ada yang masih suka menindas orang dengan alasan sumbangan. Ada yang membohongi orang lain dengan alasan peraturan. Padahal ketika diusut tuntas ternyata mereka minta sumbangan untuk menutupi kesalahan mereka dalam mengatur uang, atau membuat peraturan tanpa dasar hukum hanya sekedar untuk memuaskan ego kekuasaan. Yang jadi korban dari praktek-praktek semacam ini juga tidak berjiwa merdeka dengan alasan pasrah kepada yang “di atas” atau dengan alasan tidak punya waktu.

Tidak banyak orang yang secara jati diri merdeka. Dengan pola pikiran yang terbatas, rasa kemerdekaan diletakkan pada sebuah fondasi kekuatan otot (kalau tidak boleh dikatakan sebagai premanisme terselubung) dan struktur system politik (kalau tidak boleh dikatakan pemlintiran hukum). “Yang penting aku senang, aku menang!” kata Iwan Fals dalam lagunya “Bento”. Masih sering terjadi pemaksaan kehendak dalam berbagai bentuk. Ada yang lewat demo, ada yang lewat lobi, ada yang lewat acara-acara pengumpulan masa bertajuk agama. Sering kita jumpai keadaan yang tidak konsisten dengan ‘slogan’ atau ‘nilai’ yang diperjuangkan. Demo penolakan kenaikan harga BBM atau unjuk rasa pro lingkungan hidup misalnya malah memacetkan ibu kota yang notabene menimbulkan lebih banyak pemborosan BBM, mengurangi produktivitas, dan menambah kesulitan rakyat banyak yang sehari-harinya sudah susah. Kalau sudah begini, bagaimana bisa merasa merdeka?

Kemerdekaan sejati memang menuntut kemerdekaan jiwa. Dimana setiap manusia berpikir dan berhati nurani dapat mempertimbangkan setiap langkah dan keputusan berdasarkan pada kemerdekaan “otak” dan “rasa”.  Memerdekaan otak dari belenggu pikiran yang mementingkan pikiran dan kepentingannya sendiri. Memerdekakan rasa dari rantai ketidakpedulian pada orang lain dan kepuasan ego pribadi.

Para pendahulu kita, pendiri bangsa ini, dengan tegas menyebutkan; Indonesia yang merdeka adalah Indonesia yang dibangun pada fondasi bernama “PANCASILA” yang mengatasi semua kepentingan-kepentingan primordial; suku, agama, kebudayaan dan kepentingan golongan. Indonesia yang berdaulat adalah negara yang berjalan pada landasan integralistik dimana setiap manusia Indonesia adalah orang yang terkait satu sama lain, bergotong royong, bermusywarah untuk mencapai mufakat, adil terhadap setiap aspek kehidupan dan bertakwa kepada Tuhan YME. Tidak ada yang satu memiliki posisi yang lebih tinggi dari yang lain. Tidak seorangpun yang lebih penting atau kurang penting daripada yang lain.

Dengan bercermin pada falsafah di atas, tidak ada yang salah bagi masing-masing kita untuk mencari kemerdekaan diri yang sejati. Pikiran kita wajib dilatih untuk melihat apa yang salah dan berjuang bagaimana agar yang salah menemukan jalan yang benar. Perasaan kita mesti diuji untuk menentukan apa yang pantas dan apa yang tidak, bukan dengan norma-norma primordial tapi dengan nurani yang jernih dan tulus. Dalam tulisan ini saya memang tidak ingin mencoba menggurui atau menawarkan solusi konkret. Hal ini terlebih karena saya tidak ingin membuat jebakan baru dalam bentuk pemaksaan “pikiran” dan “rasa” versi saya. Saya lebih ingin menyampaikan bahwa “kemerdekaan diri” versi tertentu, juga bukan jawaban yang tepat buat bangsa ini. Kembali ke pemikiran bahwa kita adalah saudara dan satu bangsa, serta kemauan berkorban bagi kepentingan bersama sebagaimana suasana pada era sebelum kemerdekaan mungkin adalah jalanmenuju kemerdekaan yang sejati.

Selamat merayakan hari kemerdekaan…..MERDEKA!!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

A bellezza di a natura (C☺rsica)

More Photos

REMOVE YOUR BUSINESS PAIN

CMA Consulting is professional consultant with years of experience. Our consultancy subjects are including: Finance, Tax, Audit and Information Technology.

Twitter Updates

%d bloggers like this: