Ariston Esa on the blog

TRULY “MADE IN INDONESIA”

Posted on: September 11, 2008

Tulisan ini merupakan hasil karya Salena N. Basoeki dalam the Nokia Buletin  bulan Agustus September 2008, selain itu saya tengah riset untuk menambahkan beberapa hal unik yang dapat kita akui sebagai hasil karya bangsa kita yang besar ini.

BINGUNG SAMA CIRI KHAS NEGARA SENDIRI? BACA DULU YANG SATU INI, BIAR KAMU SEMAKIN FASIH DAN CINTA PRODUK DALAM NEGERI.

 

JAMU

Kalau kamu merasa perlu minum obat untuk mengobati gejala penyakit yang ringan seperti pegal-pegal, masuk angin, sakit kepala, kurang bertenaga, think again. Kenapa enggak coba minum jamu saja? Pahit, bau, rasa enggakenak, hanya beberapa konsekuensi yang sebanding dengan khasiatnya. Sebetulnya, India, Cina, atau Arab juga mempunyai ramuan kesehatan tradisional turun-temurun. Namun keistimewaan jamu Indonesia adalah ramuannya yang variatif serta bahan bakunya yang prima. Habis, Indonesia merupakan tempat yang sangat subur untuk hidupnya berbagai macam jenis tambahan obat dan tanaman obat-obatan langka.

Sekilas info, nama ‘Jamu’ adalah sebutan orang Jawa terhadap orang hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli hasil dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai aditif. Konotasi tradisional selalu melekat pada jamu sebab jamu memang sudah dikenal lama sejak jaman nenek moyang, oleh karena itu, banyak resep racikannya yang sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun-temurun. Pada awalnya, jamu hanya dikonsumsi di kalangan Keraton saja. Namun tabib kerajaan yang ingin melestarikan tradisi ini akhirnya membagikan resep ini kepada rakyat di sekitar kerajan. Dari sini tradisi minum jamu memasyarakat. Jamu sangat populer bagi masyarakat Indonesia karena selain berkhasiat dan aman, juga relatif murah dan mudah diperoleh.

Jika jaman dulu serangkaian kerepotan harus dilalui untuk membuat jamu, sekarang, ramuan jamu lebih beragam dan praktis. Mulai dari pil, kapsul, kaplet, maupun cairan siap minum dalam kemasan sachet dan botol kaca. Modifikasi rasa untuk menghilangkan kesan negatif jamu juga pelan-pelan dihapus dengan memperbaiki cita rasa jamu itu sendiri, seperti dengan menambahkan rasa madu atau aroma tertentu. Untuk pemula, jamu yang rasanya terbilang enak dan berkhasiat langsung antara lain beras kencur, kunyit asam, serta jahe merah yang berkhasiat untuk vitalitas badan dan melancarkan peredaran darah. Meski pamornya sempat menghilang, namun beberapa tahun belakangan jamu kian populer karena masyarakat sudah lelah mengkonsumsi obat yang berbasis kimia dan mempunyai efek samping dalam jangka waktu lama.

KEBAYA

Kesan sangat feminin dan sangat Indonesia pasti terlintas ketika melihat seorang wanita berkebaya. Bercerita kebaya dalam ruang sejarah tidak pernah hambar, karena ada sejuta kisah di dalamnya. Sejarah kebaya dimulai dari baju yang sering dipakai oleh wanita Melayu. Ada 2 teori tentang asal baju kebaya. Teori pertama mengatakan ‘kebaya’ berasal dari perkataan Arab ‘habaya’, yang berarti pakaian labuh yang memiliki belahan di depan. Teori kedua menyatakan pakaian ini dibawa oleh Portugis ke Melaka sehingga kebayabukan milik wanita Melayu saja, namun juga milik wanita Melaka serta Cina Peranakan dengan sedikit perbedaan dalam potongan dan cara pemakaian.

Meski sempat timbul tenggelam di trend fashion tanah air, kebaya tetap memiliki tempat tersendiri. Mulai dari perayaan kartini, upacara kenegaraan, pesta perkawinan, hari Raya Idul Fitri, wisuda, sampai ke acara yang lebih santai seperti kumpul keluarga. Belakangan ini, justru modifikasi jadi pilihan yang membuat kebaya tidak terkesan kuno. Konsep lapis atau tumpuk menampilkan gaya berkebaya yang lebih fun dan santai.

TUMPENG

Sudah tidak asing dengan acara tumpengan saat syukuran atau ulang tahun? Tapi, tahukah Anda dari mana ide nasi berbentuk kerucut ini lahir? Tumpeng mempunai makna-makna simbolik yang menggambarkan kekayaan Indonesia. Definisi dari tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut karenaitu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa. Tumpeng biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan satu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

Dalam tradisi Indonesia, warna nasi kuning menggambarkan kekayaan, kemakmuran, serta moral yang luhur. Oleh sebab itunasi kuning sering disajikan pada peristiwa syukur dan peristiwa-peristiwa gembira seperti kelahiran, pernikahan, selamatan, dan tunangan. Banyak variasi menarik dari nasi tumpeng yang dibuat untuk mencegah kebosanan. Namun nasi tumpeng klasik yang mengacu pada pakem yang berbentuk segitiga kerucut dengan lauk pauk mewakili masing-masing wilayah bumi seperti darat, laut (air) dan udara. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewat laut (ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung, bayam atau kacang panjang) karena melambangkan semua hewan dan semua tumbuhan yang hidup di alam semesta. Setiap lauk ini memeiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. Lomba merias tumpeng cukup sering dilakukan, khususnya di kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, untuk memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan.

TOPENG MONYET

Kapan terakhir kamu nonton topeng monyet? 10 atau 20 tahun yang lalu? Jakarta, dulu kesenian tradisional ini mudah dijumpai dimana-mana karena merupakan hiburan bagi anak-anak di sore hari. Pawang monyet yang biasa dipanggil ‘si Abang’, pada umumnya ditemani seorang asisten yang memukul gendang kecil dan tangkas menyiapkan properti pertunjukan. Sedangkan tokoh utama, pada umumnya bernama Sarimin dengan ciri-ciri berkaki dua, berekor panjang, serta berbulu coklat keabuan. Begitu gendang dibunyikan, Sarimin sang monyet pun melompat ke tengah arena, lalu melakukan atraksinya yang membuat anak-anak tertawa. Topeng monyet tidak hanya populer di Jakarta, tapi juga hampir seluruh daerah di Indonesia.

Topeng monyet, yang dalam kultur Jawa disebut ‘tandak bedes’ ini, memang berasal dari Jawa. Monyet yang dilatih untuk pertunjukan pada umumnya merupkan spesies Cebus capucinus, bertubuh sedang dengan ekor panjang. Di Jawa Timur bahkan ada sebuah desa, namanya Desa Wates, di Kabupaten Blitar, yang terkenal sebagai desa tempat monyet-monyet dilatih untuk ditanggap dalam atraksi topeng monyet. Hampir setiap warga memelihara monyet untuk dilatih beratraksi. Sekarang para seniman topeng monyet mengandalkan pesanan dibandingkan berkeliling komplek perumahan. Sangat disayangkan, karena sesuatu yang berbau tradisional sekarang ini begitu mudah tergerus modernisasi.

PANJAT PINANG

Kemeriahan pesta ulang tahun republik ini memang belum lengkap rasanya tanpa panjat pinang. Entah dari daerah mana perlombaan panjat pinang berasal. Akan tetapi, yang pasti sekarang tradisi itu dikenal dan digelar dimana-mana, dari Sabang sampai Merauke. Pohon pinang sirih (Areca catechu) selalu dipilih sebagai bahan baku tiang lomba panjat-memanjat karena memang paling bagus. Batangnya lurus tinggi dan lingkaran sempurna. Setelah kulitnya dikupas, batang jadi benar-benar licin-mulus. Buku-bukunya juga mudah diratakan dengan serutan atau amplas. Dijamin aman bagi para peserta lomba, namun sulit dipanjat. Apalagi kalau sudah dilumuri gemuk dan oli.

Di puncak pohon pinang, digantung aneka barang mulai dari tas sekolah, setrika, termos, magic jar, kompor gas, bahkan sepeda mini. Panjat pinang sendiri sebenarnya melambangkan gotong-royong warga, karena dibuthkan semangat, kerja keras dan kekompakan untuk mencapai tujuan…in this case, we call it grand prize hehehe.

Sayangnya, sekarang di wilayah kelurahan, panjat pinang jadi pemandangan yang langka. Bergesernya tren membuat masyarakat perkotaan perlahan tapi pasti mulai meninggalkan lomba-lomba tradisional dalam merayakan 17 Agustus-an. Untuk panjat pinang misalnya, belakangan sulit mencari lapangan yang memadai. Hampir seluruh lahan terbuka di wilayah pemukiman sudah diaspal atau ditutup semen, sehingga menyulitkan untuk menggelar lomba panjat pinang. Akhirnya untuk mengganti lomba ini, warga biasanya improvisasi mengadakan lomba lain, misalnya lomba karaoke. Pedagang batang pinang, biasa disebut coko, pun juga terkena imbasnya. Batang pohon pinang seharga Rp 300.000 – 400.000 biasanya laris manis, namun menjelang lomba tahun ini misalnya, omzet mereka tidak sebanyaktahun lalu karena kenaikan harga semakin tinggi.

PEDAGANG KAKI LIMA (PKL)

Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Istilah itu datang dari perencanaan kota akhir abad silam hingga permulaan abad ini. Bangunan rumah toko yang berbatasan langsung dengan jalan di kawasan perdagangan biasanya merupakan bangunan bertingkat dua atau lebih. Jaman dulu, bagian depan dari tingkat dasar rumah toko tersebut wajib dijadikan suatu lajur dimana pejalan kaki dapat melintas. Lebar jalur pejalan kaki itu adalah lima kaki atau sekitar satu setengah meter. Lajur ini kemudian dikenal sebagai kaki lima. Pedagang yang memanfaatkan lajur itu, kemudian dikenal sebagai pedagang kaki lima. Pedagang ini kerap kali menggunakan gerobak, oleh karena itu disebut kaki lima karena terdiri dari dua kaki pedagang ditambah tiga “kaki” gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki).

Kini di sebagian besar kota-kota modern di Indonesia, lajur trotoar untuk pejalan kaki tinggal sekitar tiga kaki, itupun kalau ada. Dan jika ada, biasanya lajur itu sudah dikuasai PKL sehingga pejalan kaki terpaksa turun dari trotoar dan berjalan di pinggir jalan. Potensi PKL sebagai wisata kota sebenarnya tinggi, andai tiap kota punya perencanaan sendiri. Jika tertata dengan baik, maka kesan semrawut dan tidak aman akan hilang, bahkan bisa menimbulkan ciri khas kota tersebut. Misalnya di sekitar Masjid Sunan Ampel di Surabaya, PKL menawarkan minyak zaitun, buah kurma dan dagangan lain khas Timur Tengah yang membuat kita seakan berada di Mesir atau Arab Saudi. Juga setiap perayaan sekaten di Alun-alun Yogyakarta atau Surakarta, PKL menggelar dagangan mainan dan makanan kegemaran anak-anak. Entah mengapa pedagang kaki lima yang sudah menjadi tradisi di kawasan tersebut tadi, tampak lebih teratur dan karena itu juga lebih menarik.

BATIK

Do you realiaze that batik is getting trendier now? Modelnya pun enggak konvensional dan resmi seperi baju bapak-bapak atau KORPRI jaman dulu. Ada kemeja slim-fit, blus, sleeveless, tank top sampai sackdress dengan motif yang keren dan warna yang lembut seperti campuran pink pastel dengan hijau muda, kuning, biru langit, dan masih banyak lagi. Bahan yang digunakan juga makin beragam, selain katun biasa ada juga shantung agar nyaman dipakai dan sutra untuk kesan ekslusif.

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki corak batiknya sendiri yang unik. Ternyata, setiap batik memiliki cerita yang diungkap pengrajinnya. Terbukti, batik mengandung cerita sejarah bangsa Indonesia dalam beberapa periode dan terus berkembang hingga sekarang. Batik keraton memiliki ragam hias berupa simbol-simbol berlatar belakang budaya Jawa-Hindu. Setiap patron memiliki makna yang mengungkapkan kedudukan sosial yang si pemakainya. Pada umumnya, batik keraton berupa motif-motif yang bermakna dan motif larangan dengan warna-warna sogan, indigo (biru), hitam dan putih. Ketika bangsa Belanda masuk ke Indonesia, batik pun mengalami perkembangan. Pada umumnya, batik bergaya Belanda berupa kain sarung, mungkin agar pemakaiannya lebih mudah. Batik bergaya Belanda biasanya memiliki ragam hiasan buketan yang biasanya terdiri dari flora di negeri Belanda seperti bunga krisan, buah anggur dan rangkaian bunga gaya Eropa. Para pendatang China pun membawa pengaruh pada batik-batik tradisional dengan memasukkan unsur-unsur China, seperti simbol-simbol kebudayaan China, naga, burung hong banji, kilin, serta lukisan dongeng. Warna yang digunakan lebih condong pada warna-warna porselen.

Dalam budaya pop, kita juga boleh berbangga karena Adidas pun ikut memasukkan batik dalam salah satu motif sepatu dan jaket sportnya yang terkenal. Tamu negara, Bill Gates pun dengan bangga memakai batik saat berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu. Teman-teman di Afrika mengenal batik pada tahun 1960an (thanks to Bung Karno) dan dengan cepat mengadopsinya ke dalam tenun tradisionalnya. Malaysia yang mencoba membuat batik pun ikut mengklaim bahwa batik adalah buatan negeri Jiran tersebut. Sebal atau bangga, yang jelas mereka terkesima dengan keindahan batik.

Batik sudah berkembang menjadi baju kasual yang trendi dan timeless. Para desainer kita juga makin rajin mempromosikan batik dalam koleksi mereka, karena mereka sadar batik adalah warisan budaya yang tidak boleh hilang dari generasi ke generasi. Indonesia masih dikenal sebagai penghasil batik terbaik dengan corak dan motif yang terindah.

Catatan: Saya terinspirasi oleh penulis di atas untuk mencari identitas lain yang ‘truly’ Indonesia. Saat ini tengah diriset barang-barang atau kebiasaan lain yang “ASELI MADE IN INDONESIA” agar jangan sampai diklaim bangsa lain yang “tidak beradab” dan “kurang kreatif” dibandingkan bangsa kita tercinta.

 

 

2 Responses to "TRULY “MADE IN INDONESIA”"

Memang pak jaman sekarang banyak orang yg kurang kreatif dan cenderung mencari – cari sesuatu hal yg bisa dibanggakan bagi negerinya sendiri. Sesuatu hal yg baru yg belum pernah diketahui ada di negerinya sendiri,sehingga dengan memunculkan suatu ciri khas atau kebudayaan yang baru untuk negerinya diharapkan mampu menaikkan citra negerinya sendiri. Namun repotnya tidak banyak orang yang tahu bahwa ciri khas atau kebudayaan itu memang miliknya sendiri atau mencontek kebudayaan negara lain,bahkan bagi penduduknya sendiri mereka hanya bisa menerima dan tidak tahu asal mula munculnya hal tersebut.
Kalau barang yang aseli Indonesia bagaimana dengan keris,andong/dokar,nanti saya cari yg lain pak yang aseli Made in Indonesia.

LANJUTKAN…..!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

A bellezza di a natura (C☺rsica)

More Photos

REMOVE YOUR BUSINESS PAIN

CMA Consulting is professional consultant with years of experience. Our consultancy subjects are including: Finance, Tax, Audit and Information Technology.

Twitter Updates

%d bloggers like this: